Kamis, 21 Juli 2011

Permasalahan Dalam Sistem Pengajaran Bahasa Indonesia

Permasalahan Dalam Sistem Pengajaran Bahasa Indonesia

     Perkembangan bahasa di Indonesia saat ini sangat pesat, karena banyaknya gaya bahasa yang digunakan para muda mudi khususnya bahasa bahasa yang berkombinasi dengan bahasa asing biasa disebut bahasa gaul. Bahasa itu berkesinambungan dalam aspek ucapan maupun tulisan, hal yang paling pokok dalam memahami bahasa adalah mengerti dan memahami bahasa yang sedang kita gunakan, khususnya bahasa daerah yang telah banyak bercampur baur dengan bahasa Indonesia, jika kita tidak mau tahu tentang bahasa itu sendiri maka akan menimbulkan perselisihan.
Pengajaran bahasa Indonesia yang ada saat ini telah memicu pada suatu aspek yang bertentangan dengan system yang ada dalam masyarakat khususnya dalam penggunaannya, seperti halnya bahasa bahasa yang digunakan dalam masyarakat telah banyak yang keluar dari kaidah bahasa yang berpedoman pada bahasa yang baik dan benar. Guru memegang peran penting dalam pengajaran atau proses belajar mengajar di kelas. Artinya, pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dalam bidang pengajaran, kemampuan memilih dan menerapkan metode pengajaran yang efektif dan efisien, kemampuan melibatkan siswa berpartisipasi aktif, dan kemampuan membuat suasana belajar yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
         Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Permasalahan yang timbul dalam pengajaran menjadi prioritas pendidik karena guru sebagai aktor dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan mutu penggunaan bahasa Indonesia, pengajarannya dilakukan sejak dini, yakni mulai dari sekolah dasar yang nantinya digunakan sebagai landasan untuk jenjang yang lebih lanjut. Pembelajaran bahasa Indonesia ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dapat diketahui dari standar kompetensi yang meliputi, membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan (menyimak).

      Guru bahasa Indonesia harus menyadari sungguh-sungguh bahwa keterampilan menggunakan bahasa sebagai alat berkomunikasi akan tercapai bila siswa diberi kesempatan: memahami teori, mempraktikkan teori, serta berlatih menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kita harus tahu jenis kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar terlebih dahulu sebelum melakukan analisis lanjutan. Ada dua jenis kesalahan dalam pengajaran berbahasa yakni, (1) kesalahan terbuka dan (2) kesalahan tertutup. Kesalahan terbuka adalah kesalahan berbahasa pada tingkat ketatabahasaan yang terlihat dalam kalimat-kalimat yang dihasilkan pembelajar. Kesalahan tertutup merupakan kesalahan yang tersembunyi di balik kalimat yang tersusun secara benar menurut tata bahasa; secara benar menurut kaidah ketatabahasaan tetapi tidak benar dari sudut semantiknya. Lebih lanjut dikatakan bahwa kesalahan-kesalahan terjadi karena adanya kesulitan dari pembelajar mempunyai arti yang penting bagi peneliti yaitu mereka dapat bukti tentang cara bahasa itu dipelajari terlebih dapat diketahui strategi atau metode yang tepat untuk pembelajarannya (Soenardji, 1989: 143-144).
Permasalahan dalam pengajaran itu timbul karena adanya perkembangan di bidang IPTEK, misalnya dalam media media elektronik maupun cetak. Kesalahan pengajaran juga bisa saja muncul karena banyaknya metode metode dalam pengajaran sehingga menimbulkan perbedaan antara teori teori bahasa yang berbeda. Pada hakikatnya semua metode pengajaran bahasa terjadi dari penahapan seleksi, semua kembali pada guru sebagai tenaga pendidik. Bagaimana guru mencermati berbagai metode yang ada, dan memahami kriteria kriteria yang di tetapkan.

       Beberapa faktor yang menurut saya menjadi penyebab permasalahan dalam pengajaran Bahasa Indonesia yaitu:
1. Guru sebagai pengajar kurang memahami teori teori yang ada pada saat ini dan kurangnya penelitian tentang kebahasaan dalam pengajaran.
2. Siswa terlalu menganggap remeh mata pelajaran bahasa Indonesia, sehingga menimbulkan sifat acuh tak acuh dalam diri siswa
3. Metode yang digunakan terlalu berbelit belit sehingga siswa sulit memahami secara menyeluruh.


     Saat ini penerapan pengajaran bahasa Indonesia sudah sangat sulit untuk dipahami karena banyaknya metode metode yang digunakan terlalu membingungkan bagi siswa, guru sudah sepantasnya memberikan pengajaran yang praktis dan berpedoman pada metode metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia secara baik dan benar. Guru sebagai mediator harus mempunyai kredibilitas sebagai pendidik dalam mengatur tingkat kemampuan siswa, dan memberikan pengajaran yang baik dalam memahami masalah masalah bahasa Indonesia yang ada pada limgkungan masyarakat


Tugas Semester
Ekspresi Tulis
ARTIKEL
Permasalahan Dalam Sistem Pengajaran Bahasa Indonesia
Dosen pengampu : Bapak Mulyono, Spd.

NAMA HASRUL RAHMAN
NIM 09003275
KELAS E
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar